Kingdom monera merupakan salah satu kingdom yang semua
anggotanya bersel tunggal ( uniseluler ) baik hidup soliter maupun hidup
berkoloni. Selain itu, anggota kingdom monera memiliki tipe sel prokariotik (
materi genetik tidak terlindungi membran inti sel ).
Dalam klasifikasi sistem 5 kingdom, kingdom monera
dikelompokkan ke dalam dua filum, yaitu : Archaebacteria dan Eubacteria.
Archaebacteria sering disebut sebagai bakteri purba
sedangkan eubacteria disebut sebagai bakteri sejati.
Ciri
Archaebacteria:
Dinding sel
Archaebacteria tidak mengandung peptidoglikan
Bentuk
bervariasi (bulat, batang, spiral, atau tidak beraturan)
Reproduksidengan
membelah diri
Merupakan
organisme ekstremofil
Ciri Eubacteria:
Memiliki
dinding sel yang memberikan bentuk pada tubuh
Dinding sel
tersusun atas peptidoglikan
Bentuk
bervariasi
Tata Nama / Penanaman
bakteri
Percobaan
mikrobiologi Isolasi dan Penanaman Mikroba bertujuan untuk mengenal dan membuat
berbagai macam medium yang digunakan dalam bidang mikrobiologi, mengenal dan
melakukan teknik menanaman bakteri serta mengisolasi bakteri untuk mendapatkan
biakan murni. Prinsip yang mendasari percobaan ini adalah inokulasi bakteri dengan
konsepsi biakan murni yaitu dengan memisahkan campuran mokroorganisme sehingga
membentuk koloni yang terpisah antara satu strain atau jenis mikroba dengan
mikroba lainnya dengan menumbuhkan mikroorganisme pada media agar sehingga
masing-masing mikroba bisa tumbuh secara berjauhan dan setiap selnya berhimpun
membentuk koloni.
Metode yang
digunakan dalam percobaan ini yaitu dengan metode streak (penggoresan). Metode
streak dilakukan untuk memperoleh biakan murni karena pada goresan terakhir
akan didapatkan koloni bakteri yang semakin berjauhan sehingga diharapkan
goresan yang terakhir adalah biakan murni. Penginokulasian bakteri dengan metode
ini dengan menggunakan jarum ose.
Pada percobaan ini digunakan bakteri yang bersifat
aerob yaitu Staphylococcus aureus.Bakteri
tersebut diinokulasi pada medium cair, medium agar, dan medium agar miring.
Pada pembuatan medium nutrient cair digunakan nutrien-nutrien berupa ekstrak
ragi, pepton, dan NaCl. Sedangkan pada medium padat nutrien-nutrien sama dengan
nutrien cair hanya ditambahkan bubuk agar yang berasal dari alga yang berfungsi
sebagai bahan pemadat.
Ekstrak ragi digunakan karena ekstrak
ragi mengandung natrium karbinat dan natrium bikarbonat yang berfungsi sebagai
sumber karbon . Ragi disini juga berfungsi sebagai sumber makanan bagi bakteri. Hal ini karena
sejumlah mikroorganisme membutuhkan sejumlah karbon dalam bentuk karbondioksida
tetapi kebanyakan diantaranya juga membutuhkan beberapa senyawa karbon organik,
seperti gula, dan karbohidrat. Pepton juga berfungsi sebagai protein karena
pepton merupakan senyawa organic dalam bentuk asam-asam amino yang merupakan
sumber nitrogen (N), yang penting bagi pertumbuhan bagi bakteri.
NaCl berfungsi sebagai sumber ion logam
Natrium karena semua organisme hidup membutuhkan beberapa unsure logam seperti
natrium, kalium, magnesium, mangan, besi, tembaga, dan kobalt. Berbagai sumber
tersebut digunakan untuk pertumbuhan yang normal, tidak terkecuali kuman.
Ketiganya merupakan nutrien-nutien atau unsur hara yang diperlukan bakteri agar
dapat tumbuh dengan baik.
Medium nutrien cair dan padat telah
dibuat kemudian disterilkan dengan dimasukkan kedalam autoklaf. Sebelum
medium-medium tersebut dimasukkan kedalam autoklaf, medium padat yang terdapat
dalam cawan petri harus dibungkus terlebih dahulu dengan kertas kemudian
dibungkus juga dengan plastik. Hal ini dimaksudkan agar cawan patri tidak basah
karena terkena uap air dari autoklaf karena cawan patri harus berada dalam
kondisi tetap kering dan steril. Sedangkan untuk medium nutrient cair terdapat
pada tabung yang masih harus tertutupi
dengan aluminium foil untuk mencegah kontaminasi dari udara luar.
Autoklaf merupakan alat serupa tangki
minyak yang dapat diisi dengan uap air. Autoklaf memiliki suatu ruangan yang dapat Manahan
tekanan diatas 1 atm. Dalam autoklaf, yang mensterilkan adalah panas basah,
bukan pada tekanannya. Oleh karena itu, setelah air di dalam tangki mendidih
dan mulai terbentuk uap air maka uap air ini akan mengalir keruangan
pensterilan guna mendesak keluar semua udara di dalamnya. Bila masih ada udara
yang tersisa, maka udara ini akan menambah tekanan didalam ruangan pensteril
yang akan mengganggu naiknya suhu dalam ruangan tersebut.
Medium tempat penginokulasian bakteri
memiliki fungsi masing-masing. Medium cair ini digunakan untuk menumbuhkan
bakteri. Medium agar digunakan untuk memperoleh biakan murni dan medium agar
miring digunakan untuk menyimpan (stock) bakteri untuk digunakan lagi di
lain waktu.
Hal ini penting yang harus diperhatikan
dalam melakukan penanaman bakteri, yaitu lingkungan harus berada pada kondisi
steril atau aseptik. Hal ini dilakukan agar medium tidak terkontaminasi oleh
mikroorganisme lain dan dapat tumbuh dengan baik, sehingga diperoleh biakan
murni. Oleh karena itu, sebelim peralatan untuk inokulasi dipergunakan,
terlebih dahulu harus dipanaskan dengan pembakar spirtus.
Pembakaran merupakan cara sterilisasi
yang 100% efektif, tetapi cara ini terbatas penggunaannya. Cara ini biasa
dipergunakan untuk mensterilkan alat penanam kuman (jarum ose atau sengkelit)
yakni dengan membakarnya sampai pijar.
Dengan cara ini semua bentuk makhluk hidup akan dimatikan.
Pembakaran juga dilakukan untuk bangkai
binatang percobaan yang mati. Setelah keluar dari autoklaf, bakteri kemudian
diinokulasi pada medium. Penginokulasian dilakukan dalam sebuah kolom (incase)
yang bertujuan agar medium tidak terkontaminasi oleh mikroorganisme lainnya.
Medium untuk penanaman bakteri terdiri
dari medium positif, yaitu medium yang akan ditanami dengan bakteri Staphylococcus aureus dan medium negatif
atau yang disebut kontrol yang berfungsi
sebagai pembanding untuk pengamatan dan tidak dilakukan inokulasi bakteri
terhadapnya. Setelah tahap inokulasi terlalui, kemudian dilakukan inkubasi
selama 24 jam dengan mengatur suhu optimum pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus pada suhu 37oC.
Temperatur optimum untuk pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus berkisar antara 25-75o C sedangkan
temperatur minimum antara (-5) –(-45)oC. Inkubasi merupakan Alat
yang digunakan sebagai tempat pertumbuhan bakteri yang akan dibiakkan, yang
dapat diatur termperaturnya sehingga sesuai dengan temparatur yang diperlukan
bakteri agar dapat tumbuh dan berkembangbiak dengan secara optimal. Pengaturan
temperatur pada temperatur optimum tersebut dimaksudkan agar bakteri mudah
berkembang biak dan tumbuh secara optimal. Penginkubasian dilakukan untuk
menumbuhkan bakteri yang akan dibiakkan sesuai dengan suhu yang diperlukan
bakteri untuk tumbuh. Setelah inkubasi selama 24 jam maka bakteri akan tumbuh
pada medium positif dan kemudian dilakukan pengamatan/pembandingan dengan
medium negatif. Pada medium nutrien cair dapat dibedakan antara kontrol (medium
negatif) dan medium positif. Pada medium positif tampak terdapat endapan putih
pada tabung, sedangkan pada kontrol berwarna putih dan tidak terdapat endapan.
Pada medium padat 1 (agar) terdapat bintik-bintik putih agak terputus-putus dan
jaraknya tidak terlalu rapat (agak berjauhan) dan pada medium padat 2 (agar)
terdapat bintik-bintik putih yang bergerombolan seolah membentuk satu blok,
bintik-bintik putih tersebut merupakan biakan murni bakteri Staphylococcus aureus, sedangkan pada
control medium padat tetap bening dan tidak terdapat bintik-bintik putih. Pada
medium agar miring, medium positif terjadi kekeruhan dimana timbul
bintik-bintik putih yang jaraknya agak berjauhan sehinggan medium menjadi
tampak keruh, sangat berbeda dengan kontrol yang berwarna putih bening.
Bakteri berdasarkan
bentuknya dapat dibedakan menjadi
Coccus
Basil
Spirillum
koma
Peranan bakteri
dalam kehidupan
1. Bakteri menguntungkan
a. Bakteri pengurai
Bakteri saprofit
menguraikan tumbuhan atau hewan yang mati, serta sisa-sisa atau kotoran
organisme. Bakteri tersebut menguraikan protein, karbohidrat dan senyawa
organik lain menjadi CO2, gas amoniak, dan senyawa-senyawa lain yang lebih
sederhana. Oleh karena itu keberadaan bakteri ini sangat berperan dalam
mineralisasi di alam dan dengan cara ini bakteri membersihkan dunia dari
sampah-sampah organik.
b. Bakteri nitrifikasi
b. Bakteri nitrifikasi
Bakteri
nitrifikasi adalah bakteri-bakteri tertentu yang mampu menyusun senyawa nitrat
dari amoniak yang berlangsung secara aerob di dalam tanah. Nitrifikasi terdiri
atas dua tahap yaitu:
• Oksidasi amoniak menjadi nitrit oleh bakteri nitrit. Proses ini dinamakan nitritasi.
• Oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat oleh bakteri nitrat. Prosesnya dinamakan nitratasi.
Dalam bidang pertanian, nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. Tetapi sebaliknya di dalam air yang disediakan untuk sumber air minum, nitrat yang berlebihan tidak baik karena akan menyebabkan pertumbuhan ganggang di permukaan air menjadi berlimpah.
• Oksidasi amoniak menjadi nitrit oleh bakteri nitrit. Proses ini dinamakan nitritasi.
• Oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat oleh bakteri nitrat. Prosesnya dinamakan nitratasi.
Dalam bidang pertanian, nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. Tetapi sebaliknya di dalam air yang disediakan untuk sumber air minum, nitrat yang berlebihan tidak baik karena akan menyebabkan pertumbuhan ganggang di permukaan air menjadi berlimpah.
2. Bakteri merugikan
Bakteri perusak makanan
Beberapa spesies
pengurai tumbuh di dalam makanan. Mereka mengubah makanan dan mengeluarkan
hasil metabolisme yang berupa toksin (racun). Racun tersebut berbahaya bagi
kesehatan manusia. Contohnya:
• Clostridium botulinum, menghasilkan racun botulinin, seringkali terdapat pada makanan kalengan
• Pseudomonas cocovenenans, menghasilkan asam bongkrek, terdapat pada tempe bongkrek
• Leuconostoc mesenteroides, penyebab pelendiran makanan
Bakteri denitrifikasi
• Clostridium botulinum, menghasilkan racun botulinin, seringkali terdapat pada makanan kalengan
• Pseudomonas cocovenenans, menghasilkan asam bongkrek, terdapat pada tempe bongkrek
• Leuconostoc mesenteroides, penyebab pelendiran makanan
Bakteri denitrifikasi
Jika oksigen
dalam tanah kurang maka akan berlangsung denitrifikasi, yaitu nitrat direduksi
sehingga terbentuk nitrit dan akhirnya menjadi amoniak yang tidak dapat
dimanfaatkan oleh tumbuhan. Contoh bakteri yang menyebabkan denitrifikasi
adalah Micrococcus denitrificans dan Pseudomonas denitrificans.
Bakteri Penyebab Penyakit pada Manusia
Bakteri Penyebab Penyakit pada Manusia
Bakteri penyebab penyakit pada Hewan
Bakteri penyebab penyakit pada Tumbuhan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar